Jumat, 04 Januari 2008

ABU NAWAS MELIHAT MALAIKAT

Kisah-kisah Teladan

Untuk Buah Hati Tercinta

Penulis : Ibnu Wastho

Editor : Widodo

Cetakan ke : 2; Juni 2006

Tebal halaman : xii, 128 hlm.

Ukuran buku : 12 x 19,5 cm

Harga buku : Rp 15.500,-

BANYAK orang tua sering terjebak trend pengembangan kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ), lalu melupakan pembangunan Intelligence Quotient (IQ). Padahal ketiganya merupakan potensi manusiawi yang harus diolah dalam diri manusia. Sungguh, kita tentu tidak ingin memiliki anak yang cerdas spiritualnya namun gagal dalam bersosialisasi dan melakukan penalaran. Juga kita tidak ingin kalau anak kita cerdas emosinya namun bodoh penalaran dan spiritualnya. Demikian juga kita tidak ingin kalau anak kita memiliki penalaran yang baik namun gagal bersosialisasi maupun gagal dalam spiritualitasnya.

Para pemikir kontemporer menyarankan bahwa IQ yang tinggi harus diimbangi dengan EQ yang tinggi. Lebih jauh lagi, tentu juga SQ yang baik. Misalnya saja, bila anak kelak dididik untuk menjadi pemimpin bangsa yang besar, maka bukan pengetahuan tentang tata negara saja yang perlu diketahui, namun juga harus memiliki kepribadian yang jujur, sabar, dan ulet, serta beberapa sifat positif lainnya. Hal itu hanya bisa dibangun dengan mengolah dan melejitkan tiga kecerdasan potensial manusia di atas (IQ, EQ, dan SQ). Lalu, bagaimana mengolah dan melejitkan tiga kecerdasan potensial tersebut? Salah satu caranya adalah melalui kisah-kisah yang diceritakan para orang tua kepada buah hati tercintanya. Buku Abu Nawas Melihat Malaikat ini hadir untuk mengajak orang tua bisa mengolah dan melejitkan ketiga kecerdasan di atas.

Tidak ada komentar: