Kisah Orang-orang yang Mempertahankan Aqidah
Penulis : Maslahul Falah
Editor : Widodo
Cetakan ke : 1; Januari 2006
Tebal halaman : x, 158 hlm.
Ukuran buku : 14,5 x 21 cm
NST KWG : 906-012006-02-01
Harga buku : Rp 19.800,-
Kahfi atau gua, apa hubungannya dengan spiritualitas dan tauhid? Kenapa ashabul kahfi harus lari ke gua demi mempertahankan aqidah dan spiritualitas mereka? Sebagaimana kenapa ayat yang pertama kali disampaikan Jibril pada Muhammad SAW diturunkan ketika beliau berada di dalam gua? Apakah gua merupakan simbol gerakan bawah tanah untuk memulai gerakan spiritual mengaktualisasikan ketauhidan?
Ada banyak rahasia dan makna spiritual dalam kisah ashabul kahfi. Para penghuni gua yang bisa tidur tiga ratus sembilan tahun, sementara mereka merasa hanya tidur selama beberapa hari saja. Istimewanya lagi, mereka tetap muda ketika terbangun dari tidurnya sementara orang-orang sezamannya telah habis dimakan usia, mengandung makna apakah itu? Apa hubungannya dengan sistem peninggalan? Hal seperti itu jelas merupakan bentuk kekuasaan Tuhan yang manusia biasa tak mampu menalarnya. Tapi apa yang ingin ditunjukkan Allah dengan kisah tersebut?
Allah senang dengan orang tua yang kuat aqidahnya, namun Allah akan sangat mencintai pemuda yang kuat aqidahnya. Ini adalah salah satu makna penting dari sekian banyak makna kisah Ashabul Kahfi yang diabadikan dalam al-Qur’an. Jerih payah mereka membuahkan mutiara hikmah bagi manusia yang hidup di zaman sesudahnya. Kita tidak mungkin lari dari carut marutnya dunia, tetapi hendaknya ada “goa” dalam diri kita sebagai tempat untuk menuangkan pilihan terbaik kita yang didasari nilai-nilai aqidah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar