Jumat, 04 Januari 2008

BERANI GAGAL ISLAMI

Don’t Be Sad for Advanced

Penulis : Yusuf Abdussalam

Editor : Widodo

Cetakan ke : 2; Juli 2005

Tebal halaman : xviii, 174 hlm.

Ukuran buku : 12 x 19,5 cm

Harga buku : Rp 15.000,-

KITA semua pernah gagal. Baik gagal dalam berdagang, berkarier, berumah tangga, atau bersekolah. Apakah dengan begitu kita jadi tidak bisa apa-apa? Apakah dengan begitu telah hancur seluruh kehidupan kita? Tentu tidak! Kita harus merubah kegagalan, menjadi batu loncatan untuk meraih kesuksesan!

Kalau bicara kegagalan pasti semua orang pernah mengalami, tak terkecuali para nabi. Rasulullah jura pernah gagal memenangkan Perang Uhud, demikian juga kegagalan juga pernah menimpa Nabi Adam. Beliau gagal mempertahankan eksistensi di surga. Lalu Nabi Nuh gagal meyakinkan kebenaran ajarannya pada anaknya, Nabi Hud gagal meyakinkan kaum ‘Aad. Terus, Nabi Ibrahim gagal meyakinkan ayahnya akan kebenaran jalannya. Nabi Ya’qub gagal mendidik anaknya. Nabi Yunus gagal menahan amarah pada kaumnya. Nabi Daud pernah gagal memutuskan perkara yang dipasrahkan padanya. Demikianlah para nabi pernah gagal dalam menjalankan misinya. Namun, satu yang harus dicatat dalam kegagalan itu, yaitu mereka tidak pernah berhenti berusaha. Mereka tidak pernah putus asa, menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan Tuhan yang mengutus-Nya. Sebagai manusia pilihan mereka terus maju merubah keadaan menjadikan kehidupan yang dihadapinya menjadi lebih baik.

Islam, mengajarkan umatnya optimis menjalani hidup demi kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kegagalan merupakan jalan untuk meraih tiga unsur kesuksesan yang dikandung dalam doa sapu jagad yang biasa dibaca kaum muslimin, yaitu: fiddunya hasanah, fil-akhirati hasanah, wa-qinaa adzab-bannaar.

Tidak ada komentar: